The Novelty Issues in the Agroindustrial Research

October 5th, 2011

This article discusses some issues ofnovelty in the agroindustrial research faced by graduate students in the department ofAgroindustrial Technology, It proposes three types of novelty that students may select for their dissertation research, i,e., the novelty type of invention, improvement, and refutation. These types of novelty are categorized based on some jimdamentals background taken from the works ofsome distinguished scientists and scholars from the early stage of science and technology development to the modern one. The article argues that ifthe novelty issues in the agroindustrial research can be perceived, the findings of the research will be the sources of agroindustrial development. The conjectures in this article are open for discussions, critiques, and objections simply for the sake ofimprovement ofour agroindustry.

sumber : Sukardi.2009.The Novelty Issues in the Agroindustrial Research. Bogor.Institut Pertanian Bogor
Klik di sini

PERTANIAN DI WILAYAH DKI JAKARTA

August 8th, 2011

Pertanian identik dengan salah satu kebutuhan pokok kita sehari-hari yaitu pangan. Selain padi sebagai salah satu bahan pertanian, ada juga buah dan sayur-mayur. Namun sebenarnya, pertanian bisa juga meliputi pertanian tanaman hias yang tentu saja tidak berfungsi sebagai bahan pangan.

Menurut sebuah artikel di internet, kondisi tanah dan iklim di Jakarta, daerah asal saya, sangat cocok untuk pertanian buah-buahan dan sayuran serta tanaman hias. Namun sekilas, masih banyak orang yang beranggapan bahwa di ibukota ini tidak terdapat lahan pertanian yang cukup. Memang sekitar dua tahun yang lalu lahan-lahan pertanian sudah diubah oleh pemerintah daerah menjadi bantaran kali yang ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Sebagai contoh di sepanjang banjir kanal, kini diubah untuk perluasan saluran air. Dan dahulu, 100 titik lahan pertanian di DKI Jakarta pun akhirnya menyusut seiring berjalannya waktu.

Tapi pemerintah juga tidak serta merta membiarkan sektor pertanian di Jakarta menjadi terbengkalai. Contohnya saja pada tahun 2009, selain di Kali Angke, lahan pertanian bertambah di beberapa titik seperti Pedongkelan, dan Pramuka di kawasan Jakarta Timur. Pada mulanya, lahan-lahan pertanian ini adalah lahan tidur atau lahan tidak terpakai yang akhirnya dijadikan sebagai sumber mata pencaharian baru oleh masyarakat tentu dengan persetujuan si pemilik tanah. Hingga saat ini tanamannya yaitu kangkung, sawi hijau, bayam, dan lain-lain.

Saat ini pemerintah daerah sedang mengarahkan pertanian perkotaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan segala keterbatasan yang ada. Diharapkan dengan status kota Jakarta sebagai ibukota negara, maka segala macam bentuk teknologi termasuk dalam bidang pertanian dapat membantu kegiatan pengolahan di lahan pertanian.

Kondisi pertanian di Indonesia memang tidak secemerlang pada saat Orde Baru dengan program Revolusi Hijau nya. Namun dalam lima tahun terakhir ini kondisi pertanian di Indonesia mengalami peningkatan bahkan sudah mencapai swasembada beras. Pemerintah juga telah melakukan peningkatan subsidi pupuk dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Sebagai hasil dalam lima tahun terakhir ini, perekonomian negara pun ikut meningkat. Karena itulah, sektor pertanian adalah salah satu sektor yang sangat penting dan dapat membantu perekonomian negara jika terus ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Untuk saat ini, kondisi pertanian Indonesia yang berimbas pada sektor perekonomian negara sudah dapat dikatakan bagus. Hanya butuh sedikit lagi tindakan dan perhatian pemerintah hingga pertanian Indonesia pun berhasil seperti pada saat masa Orde Baru.

 

Kurnia Sekar Negari

G14110069

Fakultas Matematika dan IPA (Statistika)

Hello world!

August 8th, 2011

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!